I. LATAR BELAKANG

WHO (World Health Organization) telah menetapkan wabah virus corona sebagai pandemi global termasuk di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara yang juga terpapar dengan jumlah angka korban yang terus bertambah. Penyebaran yang sangat cepat dan meluas di Indonesia memberikan dampak yang tidak hanya mempengaruhi kesehatan masyarakatnya, tapi juga penyebaran Covid-19 memberikan dampak negatif bagi perekonomian masyarakat di Indonesia.

Pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan untuk penanggulangan Covid-19 ini, namun masih banyaknya masyarakat yang tidak peduli dinilai sebagai salah satu penyebab kurang maksimalnya kebijakan tersebut. Banyak upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam memutus penyebaran virus ini. Tidak hanya tenaga medis, semua elemen masyarakat termasuk generasi muda (remaja) dan juga Kader PKK yang diharapkan untuk menjadi agent of change di masyarakat, yaitu pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ini kearah yang lebih baik melalui efektifitas, perbaikan dan pengembangan.

Remaja adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu untuk terus memutar laju perekonomian bangsa selanjutnya. Remaja merupakan aset yang punya banyak sekali potensi yang masih bisa digali untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungannya. Dengan pendampingan peran orang tua khususnya Kader PKK sebagai motivator remaja sebagai pendamping, KOLABORASI GENERASI MUDA DAN KADER PKK diharapkan bisa memberikan dampak yang signifikam dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan juga sebagai motor penggerak tumbuhnya perekonomian negara pada umumnya dan perekonomian masyarakat sekitar pada khususnya.

II. MAKSUD DAN TUJUAN

Kolaborasi Generasi Muda dan Kader PKK bertujuan untuk mewujudkan raya gotong royong dilingkungan masyarakat, ketangguhan dibidang logistik, Sumber Daya Manusia (SDM), informasi, kesehatan, dan keamanan untuk membentuk generasi selanjutnya yang lebih religi dalam melanjutkan tugas dan peran sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat mengantar Negara Indonesia menjadi Negara berdaulat dan bermartabat.

III. VISI DAN MISI

  • VISI

Mewujudkan generasi remaja yang religi, sehat, dinamis, mandiri, kreatif, dan berkualitas.

  • MISI
  1. Menjadi wadah informasi dan dukungan kepada generasi muda dalam kemandirian secara ekonomi di masa pandemi.
  2. Memberikan pelayanan dan konseling kepada remaja dengan pendekatan religi guna memantabkan perilaku sosial kedepannya.
  3. Peningkatan pola perilaku hidup sehat dalam new normal life setelah adanya pandemi.
  4. Mencapai Hubungan baru yang lebih religi dengan mempersiapkan kemandirian ekonomi dan perilaku sosial yang bertanggung jawab bagi remaja untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih mantab dalam perannya dikehidupan sosial bermasyarakat.
  5. Menjadikan generasi muda yang produktif yang bisa menghasilkan karya dengan kegiatan yang bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat.

IV. SASARAN

Di masa pandemi ini rawan sekali kegiatan-kegiatan remaja yang menjadikan remaja sedikit malas dalam berkarya. Karena remaja merupakan tahap kehidupan yang bersifat peralihan sehingga membuat masa remaja rawan oleh pengaruh-pengaruh negatif, seperti narkoba, kriminal, maupun kejahatan seks. Orang tua maupun masyarakat dilingkungan remaja harus mampu mengarahkan dan memberikan bentuk pendidikan karakter berbasis masyarakat yang dapat mengarahkan perkembangan remaja yang berkualitas di masyarakat karena remaja memiliki banyak sekali potensi yang masih harus dikembangkan.

Melihat kenyataan tersebut dan dalam rangka mengemban amanat undang-undang serta merespon permasalahan remaja, orang tua yang juga termasuk dalam kader PKK berkolaborasi untuk mempersiapkan peran remaja menjadi lebih Unggul dan tangguh secara religi yang bertanggung jawab dalam kehidupan sosial bermasyarakat dalam pemantapan ketahanan ekonomi dimasa pandemi.

V. OUT-PUT KEGIATAN

Output yang dihasilkan dari Kolaborasi Generasi Muda dan Kader PKK adalah membetuk Generasi Muda yang Tangguh, mempunyai rasa Peduli yang tinggi juga mampu menggerakkan Laju Ekonomi di Masa Pandemi.

VI. HASIL YANG DIHARAPKAN

Sebagai wahana belajar generasi muda/remaja, kolaborasi para orangtua yang masuk dalam kader PKK menjadi pusat Informasi dan Konseling Remaja menjangkau para remaja dari perilaku menyimpang remaja dari kemalasan berkarya dimasa pandemi.

Para remaja sekarang terjebak dengan mind set pragmatisme dan jauh dari semangat perjuangan yang terbungkus idealisme yang bertujuan untuk menciptakan umat dan bangsa yang memiliki martabat dan kemandirian. Sehingga memunculkan berbagai permasalahan seperti pengangguran yang semakin meningkat. Terlebih lagi dengan adanya pandemi virus corona ini. Banyak sekali angka pengangguran dari hasil dampak covid-19. Kenakalan remaja seperti tindak kriminalitas, pemakaian narkoba, seks bebas, maupun kenakalan lainnya yang merugikan masyarakat itu sendiri.

Beberapa program yang ada diwilayah Merjosari khususnya di RW 11 diharapkan mampu memfasilitasi generasi muda dalam mengembangkan karyanya dengan kemantapan religi, tanggung jawab, dan kemandirian remaja. Hasil yang diharapkan adalah para generasi muda/remaja siap terjun secara mandiri dan peduli kepada lingkungan sekitar, tetangga khususnya, dan masyarakat umumnya.

Selain itu diharapkan mampu mempraktikkan hidup secara sehat, bergotong-royong dengan masyarakat sekitar, dan memiliki ketrampilan bertahan hidup dimasa pandemi.

VII. JENIS KEGIATAN

Kolaborasi Generasi Muda dan Kader PKK dalam penanganan Covid-19 dengan kegiatan antara lain:

  • Gerakan Sadar Covid

Partisipasi Generasi muda  dalam mengajak komunitas-komunitas di masyarakat untuk  peduli terhadap kesehatan dengan cara memasang alat peraga/banner tentang protokol kesehatan, menyiapkan fasilitas berupa tempat cuci tangan, Penyemprotan Desinfektan, dan Pembagian Masker. Tidak hanya dengan kegiatan Nyata Generasi Muda juga Melakukan Sosialisasi melalui  media sosial.

  • Gerakan Tangguh Keamanan dan Ketertiban

Penerapan keamanan dengan konsep dari warga untuk warga itu dipercaya dapat lebih menjamin rasa aman di lingkungan. Bahkan, dapat mengendus dan mengurangi segala potensi tindak kriminal di masa Pandemi Corona dengan melibatkan seluruh warga termasuk para generasi muda.

  • Jaringan Pengaman Sosial dengan melibatkan remaja untuk berperan aktif dengan kegiatan berupa:

A. Remaja Peduli kaum Dhuafa dan warga terdampak covid-19

Membantu dalam Pembagian Sembako kepada Dhuafa dan warga terdampak Covid bekerjasama dengan Kader PKK dan Tim Satgas Penanganan Covid-19 setempat. Pemberian sembako ini dilakukan seminggu sekali selama 4 bulan sejak diumumkannya pandemi corona di Indonesia. Dari mulai memberikan 120paket sembako tiap minggunya selama 4 bulan tersebut peran remaja adalah ikut serta membagikan kepada warga terdampak.

B. Ketahanan Pangan

Pembelajaran Ketahanan Pangan untuk produktivitas remaja dengan pembekalan Budidamber (Budidaya ikan dan tanaman dalam Ember), holtikultur, Hidroponik, dan penanaman di lahan. Yang awalnya masyarakat hanya memperoleh dari bantuan yang diberikan, kemudian menjadikannya sebagai ketahanan pangan untuk dipakai sendiri dan bisa dipasarkan kepada masyarakat sekitarnya. Peran remaja dalam hal ini adalah mengikuti pelatihan langsung dan membantu memasarkan hasil dari budidaya tersebut.

C. Gerakan Ayo Belanja di Warung Tetangga yang bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian warga, warga tetap stay at home bisa berbelanja dengan menggunakan media Handphone melalui Grup WhatsApp Pasar Online / Klik link https://sites.google.com/view/pasarvbt/home.

Remaja berperan aktif dalam ikut serta membantu kegiatan pasar online dengan menjadi customer service ataupun menyiapkan hasil budidaya untuk dikirimkan ke tetangga yang menjadi pembeli.

  • Pendampingan orang tua melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Majlis Taklim dalam pemantapan religi remaja yang dikemas dalam bentuk sharing.

Adanya kebijakan Belajar dirumah terkadang membuat generasi muda mengalami kejenuhan sehingga banyak yang memanfaatkan waktu dengan hal yang negatif, kenakalan remaja dengan memanfaatkan media Internet membuka situs-situs dewasa, disinilah peran Orang Tua melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR) memberikan penyuluhan tentang bagaimana reproduksi pada remaja, memberikan bekal Religi dengan mengikut sertakan Generasi Muda untuk aktif di Majlis Taklim.

Demi tercapainya tujuan dari berbagai program yang dimiliki Bina Keluarga Remaja (BKR), selalu berpegang teguh dengan undang-undang yang berlaku diantaranya:

  1. Undang – undang  Nomor  23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
  2. Undang – undang  Nomor  21 tahun 2007 tentang Trafficking
  3. Undang – undang  Nomor  44 tahun 2008 tentang Pornoaksi dan Pornografi
  4. Undang – undang  Nomor  11 tahun 2012 tentang Sistem Pidana Peradilan Anak
  5. Undang – undang  Nomor  16 tahun 2019 tentang Perkawinan
  6. Instruksi Presiden Nomor  5 tahun 2014 GNAKSA (Gerakan Nasional anti Kejahatan Seksual Anak)
  7. Peraturan Daerah Nomor 35 tahun 2015 tentang Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Dengan selalu berpegang undang-undang, sinergitas yang terjalin diantara Kader PKK, generasi muda/remaja, dan masyarakat menjadikan wahana pembelajaran yang sangat baik bagi kelangsungan hidup dimasa pandemi ini.

VIII. PENUTUP

Laskar Tangguh Remaja peduli Covid-19 Kolaborasi dengan Kader PKK memiliki peran strategis sebagai wahana belajar para remaja dalam menghadapi new normal life selama pandemi. Kolaborasi ini memiliki peran untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan remaja mengingat berbagai kegiatan yang telah dilakukan lebih mendekatkan diri kepada kepedulian masyarakat khusunya yang terdampak covid-19. Kegiatan-kegiatan tersebut dijalankan sebagai bentuk perwujudan Pendidikan Remaja di masyarakat secara langsung sehingga menunculkan jiwa kepedulian, kreatifitas yang dinamis yang dimanfaatkan dalam pengembangan diri para remaja sehingga mampu memberikan kontribusi positif guna mendukung tercapainya program generasi yang religi, sehat, dinamis, kreatif, dan berkualitas.

%d bloggers like this: